Toko Herbal | Obat Herbal | Habbatussauda Madu Propolis Zaitun Sari Kurma

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Artikel Madu Madu Untuk Si Mungil ?
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Madu Untuk Si Mungil ? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 18 April 2010 03:16
Bookmark and Share

Madu untuk si mungil kesayangan anda ? Sebaiknya tidak. Madu yang lezat dan kaya manfaat bisa berefek negatif pada anak yang belum genap berumur 1 tahun. Madu diambil dari alam dan dikonsumsi dalam bentuk aslinya. Seringkali kemurnian madu ini dicemari oleh sejenis bakteri yang dapat menghasilkan toksin dalam saluran cerna bayi. Racun ini disebut dengan istilah botulinum.

Mengapa harus menunggu 1 tahun?

Setelah melewati umur 1 tahun, saluran cerna bayi sudah cukup matang dan bakteri jahat tidak bisa tumbuh dengan mudah disana. Sayang sekali memang, karena belum adanya proses pengolahan yang dapat mematikan bakteri tersebut tanpa merusak madu itu sendiri. Padahal madu terkenal kaya nutrisi.

Tidak semua madu mengandung bakteri tersebut dan jarang sekali peristiwa keracunan akibat madu. Hal ini tidak mengherankan jika banyak orang memberikan madu kepada bayinya tanpa ada efek negatif yang terjadi. Masalahnya bagaimana jika kita sedang tidak beruntung dengan mendapatkan madu yang terkontaminasi bakteri tersebut ?

Dengan alasan itulah, dianjurkan agar pemberian madu sebaiknya baru dilakukan setelah bayi berusia lebih dari 1 tahun. Robert Koch Institut Berlin dan Oesterreichische Gesellschaft für Ernährung menyarankan agar bayi usia 0-12 bulan tidak diberikan madu dalam makanan yang dikonsumsinya. Alasannya adalah adanya kemungkinan munculnya penyakit Saeuglingsbotulismus yang muncul melalui aktivitas Bakteri Clostridium Botulinum. Penyakit tersebut biasanya jarang terdiagnosa, namun dapat menimbulkan kematian pada bayi. Penyakit ini biasanya hanya ditemukan di usia pertama kehidupan anak, terutama memiliki memiliki efek yang fatal khusus pada umur 6 bulan pertama. Hanya di periode 1 tahun pertama inilah bakteri tersebut memiliki kemungkinan menimbulkan penyakit Saeuglingsbotulismus dengan proses “pengalih kekuasaan” di organ-organ pencernaan yang selanjutnya menghasilkan/membentuk gift (Botulinustoxin) di organ tersebut.

Pada anak yang lebih dewasa, kasus ini hampir tidak pernah terjadi. Kemungkinan karena pada usia tersebut sudah terbentuk darmflora yang lebih stabil. Pengecualian ditujukan pada makanan jadi yang didalamnya terkandung madu. Karena biasanya proses pemanasan telah mematikan bakteri penyebab penyakit tersebut.

 

waroengsehat.com - Toko Herbal Online

 

 

Habbat'S Kid Honey Jeruk Habbat'S Kid Honey Jeruk Madu anak yang terbuat dari madu pilihan dengan rasa jeruk yang diracik dengan minyak habbatussauda dan minyak zaitun (mengandung omega 3,6 dan 9).Membantu pertumbuhan otak, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan stamina anak dan menambah nafsu makan. Rp24.000,00
Rp22.000,00
You Save: Rp2.000,00
My Cart >> Read more >>

Last Updated on Friday, 15 April 2011 14:51
 

Hubungi Kami

Call/SMS : 0818-0402-1636

Visitor

Hosted by